Sejarah

Sejarah Kecamatan Batulappa Kabupaten Pinrang

Sejarah Batulappa adalah kisah tentang bagaimana sebuah kerajaan menjaga martabatnya di tengah gelombang perubahan kekuasaan Sulawesi Selatan.

Pergantian kepemimpinan Arung Batulappa berlangsung dalam garis kekerabatan keluarga bangsawan Batulappa secara berkesinambungan.

Kepemimpinan dimulai dari La Mannopong, kemudian diteruskan oleh putranya Samparaja. Setelah itu, kekuasaan dilanjutkan kepada Tomallawa, Timbogading Tomateppo yang masih merupakan anak dari Samparaja.

Dari Tomateppo, kekuasaan beralih kepada Makkaraka Daeng Manrapi Baso Puang Buttu Kanang sepupu sekali dengan Tomallawa.

Setelah Baso Puang Buttu Kanang diteruskan kepada anaknya Istri Batulappa Pua Kaulu, kemudian kepada anaknya yang lain dengan Istri dari Sawitto Wellangrungi.

Dari garis Wellangrungi, kekuasaan berlanjut kepada kedua anaknya Condra, lalu Sompa, kemudian kepada anak Sompa Semangga, dan diteruskan lagi kepada anaknya Semagga Luwu Puang Pondi.

Setelah masa Luwu Puang Pondi, kepemimpinan dilanjutkan kepada sepupunya Baso Puang Moseng. Karena Baso Puang Moseng tidak memiliki keturunan, maka kekuasaan diteruskan kepada keponakannya, yaitu I Coma.

Kepemimpinan berlanjut kepada Andi Tanri Cucu I Coma, dan dari Andi Tanri dilanjutkan oleh Anaknya Andi Magga, dan

Selanjutnya digantikan oleh saudaranya Andi Cuma. Andi Cuma diangkat sebagai Arung Batulappa Anak Andi Tanri, sekaligus memiliki hubungan darah dari jalur ibunya yang tersambung kepada garis Luwu Puang Pond

ANDI TANRI (1941-1945) DI BUNGI

Andi Tanri, adalah raja kerajaan Batulappa setelah kepemimpinan I Coma berakhir. Andi Tanri adalah anak dari Andi Unga anak kandung I Coma dengan Andi Kiti Patta Lolo KaraEngta Ballapangka Gowa. Ia anak Ishaka Manggabarni KaraeEng Mangeppe Arung Watowa Wajo. Dengan demikian berdasarkan silsilah Andi Tanri, adalah cucu I Coma raja Kerajaan Batulappa yang ke 15. Bukti eksistensi kerajaan Batulappa, sampai sekarang masih dapat disaksikan, yakni adanya Saoraja Camming Bungi. Saoraja tersebut sampai saat ini masih dipelihara dengan baik oleh ahli waris Andi Cuma II.

Andi Tanri, memerintah dikerajaan Batulappa sebagai Arung Batulappa berdasarkan pelantikan yang dilakukan sebagai Zelfbestuuderr Batulappa Pinrang pada tanggal 23 juni 1941 (Sinar Celebes Selatan 1941). Ini berarti saat itu sudah bergabung dengan persekutuan Lima Ajatappareng. Tiga kerajaan yang sebelumnya termasuk dalam Federasi Massenrempulu, yakni kerajaan Batulappa, Kassa dan Letta, sejak penandatanganan Korte Verklaring (pernyataan pendek), oleh Belanda kerajaan-kerajaan di atas di masukkan ke dalam Lima Ajatappareng bersama kerajaan Suppa, Alita, Sawitto, Sidenreng dan Rappang.

Berikut susunan Arung Batulappa secara berurutan:

Arung Batulappa I
-
Masa kekuasaan : Belum diketahui
Arung Batulappa II
-
Masa kekuasaan : Belum diketahui
Arung Batulappa III
-
Belum diketahui
Arung Batulappa IV
La Mannopong
Masa kekuasaan: 1625 - 1627
Arung Batulappa V
Tomallawa
Masa kekuasaan: 1627 - 1632
Arung Batulappa VI
Timbogading (I Made Galesong)
Masa kekuasaan 1632 - 1637
Arung Batulappa VII
Tomateppo
Masa pemerintahan: 1637– 1654
Arung Batulappa VIII
Baso Puang Buttu Kanang
Masa pemerintahan: 1654 – 1665
Arung Batulappa IX
Pua Kaulu
Masa pemerintahan: 1665 – 1700
Arung Batulappa X
Wellangrungi
Masa pemerintahan: 1700 – 1704
Arung Batulappa XI
Conra / Condra Puang Maling
Masa pemerintahan: 1704 – 1740
Arung Batulappa XII
Sompa
Masa pemerintahan: 1745 – 1775
Arung Batulappa XIII
Semagga
Masa pemerintahan: 1775 – 1815
Arung Batulappa XIV
Baso Puang Moseng Arung Temmate
Masa pemerintahan: 1815 – 1840
Arung Batulappa XV
I Tjoma / Puang I Coma
Masa pemerintahan: 1849 – 1875
Arung Batulappa XVI
Andi Tanri Karaeng Lolo
Masa pemerintahan: 1875 – 1941
Arung Batulappa XVII
Andi Mangga Tanri
Masa pemerintahan: 1941 – 1945
Arung Batulappa XVIII
-
Masa pemerintahan: 1945 – sekitar 1960